Sabtu, 22 November 2014

Karya 1&2 : Kristik (Cross stitch)



Hi, I'm back!

Jadi, karya akhir untuk kelas 9 ini adalah membuat tiga karya dengan media yang sama. Nah, berhubung aku jago di kristik, akhirnya aku memutuskan buat kristik. Sulit? Iya sih, buat pemula ... But, I'm here to tell ya how to make a beautiful cross stitch. Happy reading!

  • First thing first, prepare : 
1. Kain Strimin.
Jenis kain strimin yang umum digunakan adalah jenis Aida ukuran 14-count (14ct) dan 16-count (16ct). Apa sih itu? Maksudnya kalau 14ct berarti 1 inci ada 14 lubang, kalau 16ct berarti 1 inci ada 16 lubang. Jadi semakin besar angka ct-nya, maka semakin kecil lubangnya. Aku sih pakai yang 16 count.




2. Jarum tumpul
Ini nih jarum tumpul. Gampang kok dapetinnya, 500 juga udah dapet 1 buah. Kenapa pake jarum tumpul? Karena kain strimin itu berserat, jadi jarum yang digunakan harus tumpul biar lebih mudah dan nggak menyakiti jari kita juga.



3. Benang wol
4. Gunting
5. Pola
Ini nih, tanpa pola kalian gak akan bisa buat kristik. Bisa cari di internet, bisa juga kalian buat sendiri pake photoshop. Tapi, saya sendiri gabisa buat sendiri, mending cari internet aja, Kalau mau cari pola, kalian bisa pergi ke -> http://www.gambarkristik.com/ disana kalian bisa nemukan banyak pola dari tingkat kesulitan sederhana sampai expert.


• Cara Membuat

1. Pertama, gunting benang wol lalu masukkan salah satu ujungnya ke jarum, dan ujung lainnya dibuntel tiga kali untuk penghambat.
2. Sekarang adalah cara membuat tusukan penuh, Tusukan itu nanti akan berbentuk seperti huruf(X). Caranya agak sulit, tapi kalau sudah bisa nanti pasti ketagihan, Oke, mulai.
Cara ini diadaptasi dari : http://esshintaku.wordpress.com/

Cara 1
• Pertama, tusukkan jarum dari bawah kain. Terserah mau mulai dari kiri atas atau bawah. Kalau aku pribadi lebih suka mulai dari kiri bawah. Kita anggap aja mulai dari kiri atas ya.
• Setelah keluar dari bawah kain, tusukkan ke arah kanan bawah sehingga terbentuk 1/2 silangan.
• Setelah itu tusukkan jarum ke atas, sehingga jarum akan keluar di sebelah kiri atas pada kotak kedua. Tusukkan ke kanan bawah lagi. Ulangi sampai kotak terakhir.
• Jika sudah sampai di kotak paling ujung, keluarkan jarum di atas kain di kotak sebelah kanan atas. Sekarang berbalik ke kiri, tusukkan ke kiri bawah. Sekarang sudah 1 buah X yang terbentuk. Lanjutkan sampai pada garis awal tadi.



REMEMBER! Dalam mengkristik arah tusukannya harus sama. Kalau misalnya benang yang di atas arahnya ke kiri, ya semuanya harus ke arah kiri. Jangan sampai benang yang di atas ada yang ke kanan. Nanti hasilnya jadi nggak halus dan rapi. Sebenarnya untuk pemula hal ini masih di maklumi, tapi jangan keterusan yah :v

CARA MEMULAI DAN MENGAKHIRI TUSUKAN

Mungkin banyak juga yang bingung, bagaimana awal membuat tusukan. Sebenernya banyak cara, sesuai dengan keinginan dan kenyamanan masing-masing pribadi aja. Ada yang memulainya cuma disisain benang di bawah kain, ada yang diselipin ke benang lain supaya jaga-jaga kalau lepas. Kalau aku sih kayak tadi itu, dibuntel dibelakang, biar menghambat benang lolos,


Gimana? Easy kan? Nah ini hasil karya 1 dan 2 ku :D

KARYA 1

KARYA 2




Minggu, 01 Desember 2013

Hi, readers :)
Welcome back to my awesome blog. *abaikan saja tulisan disamping ini*
Ini blog sekaligus postingan pertama saya. Jadi, kali ini saya ingin posting batik saya. Asli handmade. Dibuat selama hampir tiga bulan. Semuanya berawal dari tugas membuat batik tulis dari guru seni saya tercinta, Bapak Effendi. Awalnya, jelas saya kaget. Bagaimana mau membuat batik kalau menggambar saja tidak bakat?
Kalau dibilang sulit sih, tidak. Tapi juga nggak bisa dibilang gampang. Awalnya harus menggambar atau membuat sketsa terlebih dahulu di kertas gambar. Lalu disalin di kain batik. Setelah itu dicanting, lalu diwarnai, diberi penguat, lalu akhirnya dilorot.
Yasudahlah, ini dia hasil batik serta cara pembuatan batiknya. Happy reading :)

  •  Bahan dan Alat 
-Kain mori / kain batik (kain mori / kain batik jika dipegang akan terasa lembut, tidak kasar dan kaku. Apabila Anda membeli di toko, pastikan terlebih dahulu. Bisa jadi yang Anda beli adalah kain kafan)
-Pensil
-Penghapus
-Canting
-Malam (Malam yang bagus adalah yang berwarna kuning keemasan. Sebetulnya, warna tidak mempengaruhi kualitas malam. Hanya saja, jika berwarna kecoklatan itu artinya malam tersebut telah didaur ulang beberapa kali)
-Gawangan
-Cancangan
-Kompor minyak
-Penguat
-Pewarna remasol
-Kuas besar dan kecil (sesuai kebutuhan)
-Wajan kecil
  • Cara Pembuatan
-Bagi yang masih pemula, sebaiknya search gambar motif di internet. Jika telah menemukan gambar yang menurut Anda bagus, gambarlah sketsa tadi di kertas HVS terlebih dahulu.
-Setelah fixed dengan motif tersebut, gambarlah motif tersebut di kain mori.
-Langkah ketiga, siapkan kompor minyak, canting, wajan kecil serta malam.
-Panaskan malam di wajan kecil. Tunggu hingga benar-benar cair dan ada gelembung-gelembung kecil (seperti mendidih) serta tidak kental. Jika malam masih kental, lubang canting dapat menjadi buntu. Walaupun tidak buntu, ketika malam di cantingkan ke kain, tidak akan menembus hingga belakang kain.
-Celupkan canting terlebih dahulu ke dalam malam cair. Hal ini untuk mencegah terjadinya lubang canting tersumbat.
-Ambillah malam menggunakan canting. Ketika menggerakkan canting, miringkan canting supaya malam tidak menetes.
TIPS. Jika malam menetes di kulit, segera bilas dengan air. Diamkan sesaat, hingga malam mengering; maka malam akan hilang dengan sendirinya. Jangan sekali-kali menggosok malam yang menetes di tangan, karena dapat menyebabkan kulit ikut terkelupas.
-Tiuplah canting di bagian keluarnya malam, hal ini bertujuan agar malam keluar dengan baik, tidak terlalu cepat atau lambat.
-Cantinglah malam ke kain mengikuti pola yang telah digambar tadi. Pastikan malam menembus ke belakang kain. Jika tidak menembus, jangan khawatir. Anda dapat mencantingnya dari belakang atau disamping malam yang telah mengering.
-Tahap selanjutnya adalah .... *jeng jeng jeng* mewarnai. Bagian ini adalah yang tersulit (menurut saya). Batik saya pun mulai amburadul di bagian ini. Pokoknya, Anda harus memastikan berulang kali bahwa malam telah menembus hingga belakang. Jika telah menembus, seharusnya tidak ada masalah pada pewarnaan. Anda dapat mencampurkan dua warna untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Kuaslah warna ke motif yang Anda kehendaki. Hanya sedikit tips dari saya, jika ingin mendapatkan warna yang pekat, campurkan warna remasol dengan sedikit air. Jika warna yang diinginkan terang, campurkan warna dengan air yang agak banyak. Jika terjadi kecelakaan kecil, misalnya warna keluar batas malam, maka Anda harus menutupi warna yang mblobor tersebut dengan warna yang lebih gelap (misalnya hitam). Anda juga harus mencanting lagi bagian yang mblobor tersebut. 
Bagaimana? Menyerah? Ah, masa segini saja menyerah. Ayo, fighting! Tidak ada batik tulis yang rusak. Semua batik tulis itu bagus. Awalnya saya juga sempat down, tetapi semua dapat diakali agar batik kembali seperti keinginan. Sulit? Memang. Tetapi, jika batik telah jadi, Anda akan ketagihan untuk membuat lagi. Coba saja dan buktikan! :)
-Oke, tahap selanjutnya adalah menguatkan warna. Anda dapat menguatkan warna dengan cara mencelupnya (waterglass) atau dengan menguas. Jika kain terasa kaku, jangan khawatir,. Itu adalah penguat dari warna tsb.
-Next, melorot *yeaaay*. Tahap ini adalah tahap terakhir. Anda membutuhkan air mendidih, pencapit (disarankan), serta penyaring. Masukkan kain mori tadi kedalam air mendidih, lalu aduk-aduk, angkat, putar, hingga malam terlepas semua dari kain. Sedikit tips, campurkan air mendidih dengan menggunakan tepung kanji. Hal ini dapat membantu pelorotan malam. Usahakan melorot sebanyak 3 kali berturut-turut. Jika Anda malas untuk mengganti air mendidihnya, Anda dapat menyaring malam yang terapung di atas air.
-Setelah itu, masukkan kain ke air biasa. Kucek perlahan agar malam tipis yang masih menempel di kain terlepas semua.
-Jemurlah kain batikmu.
Well, sudah jadi. Bagaimana menurutmu? Baguskah batikmu? Banggakah Anda dengan batik Anda? Anda tentu harus bangga, karena batik adalah peninggalan bangsa Indonesia yang sangat indah. Jika bukan Anda yang membuat batik, lalu siapa lagi?
Jadiiiii ... Anda pasti penasaran batik saya seperti apa. Haha, tidak bagus, kok. Hanya saja batik ini sangat berkesan. Karena ini adalah batik pertama saya (dan bukan yang terakhir). Silahkan menikmati batik saya :) 
*Oh ya, batik ini tidak untuk dijual, karena saya tahu tidak akan ada yang berminat XD


Saya mendapatkan beberapa pelajaran dari pembuatan batik ini. Satu, kita tidak boleh menyerah walaupun kita sudah sangat down dan merasa usaha kita selama ini sia-sia. Janganlah berhenti di satu titik saja, karena dari semua permasalahan, pasti ada jalan keluarnya :)
Terima kasih atas waktu luangnya untuk membaca artikel saya, goodbye and see ya on my next post <3