Minggu, 01 Desember 2013

Hi, readers :)
Welcome back to my awesome blog. *abaikan saja tulisan disamping ini*
Ini blog sekaligus postingan pertama saya. Jadi, kali ini saya ingin posting batik saya. Asli handmade. Dibuat selama hampir tiga bulan. Semuanya berawal dari tugas membuat batik tulis dari guru seni saya tercinta, Bapak Effendi. Awalnya, jelas saya kaget. Bagaimana mau membuat batik kalau menggambar saja tidak bakat?
Kalau dibilang sulit sih, tidak. Tapi juga nggak bisa dibilang gampang. Awalnya harus menggambar atau membuat sketsa terlebih dahulu di kertas gambar. Lalu disalin di kain batik. Setelah itu dicanting, lalu diwarnai, diberi penguat, lalu akhirnya dilorot.
Yasudahlah, ini dia hasil batik serta cara pembuatan batiknya. Happy reading :)

  •  Bahan dan Alat 
-Kain mori / kain batik (kain mori / kain batik jika dipegang akan terasa lembut, tidak kasar dan kaku. Apabila Anda membeli di toko, pastikan terlebih dahulu. Bisa jadi yang Anda beli adalah kain kafan)
-Pensil
-Penghapus
-Canting
-Malam (Malam yang bagus adalah yang berwarna kuning keemasan. Sebetulnya, warna tidak mempengaruhi kualitas malam. Hanya saja, jika berwarna kecoklatan itu artinya malam tersebut telah didaur ulang beberapa kali)
-Gawangan
-Cancangan
-Kompor minyak
-Penguat
-Pewarna remasol
-Kuas besar dan kecil (sesuai kebutuhan)
-Wajan kecil
  • Cara Pembuatan
-Bagi yang masih pemula, sebaiknya search gambar motif di internet. Jika telah menemukan gambar yang menurut Anda bagus, gambarlah sketsa tadi di kertas HVS terlebih dahulu.
-Setelah fixed dengan motif tersebut, gambarlah motif tersebut di kain mori.
-Langkah ketiga, siapkan kompor minyak, canting, wajan kecil serta malam.
-Panaskan malam di wajan kecil. Tunggu hingga benar-benar cair dan ada gelembung-gelembung kecil (seperti mendidih) serta tidak kental. Jika malam masih kental, lubang canting dapat menjadi buntu. Walaupun tidak buntu, ketika malam di cantingkan ke kain, tidak akan menembus hingga belakang kain.
-Celupkan canting terlebih dahulu ke dalam malam cair. Hal ini untuk mencegah terjadinya lubang canting tersumbat.
-Ambillah malam menggunakan canting. Ketika menggerakkan canting, miringkan canting supaya malam tidak menetes.
TIPS. Jika malam menetes di kulit, segera bilas dengan air. Diamkan sesaat, hingga malam mengering; maka malam akan hilang dengan sendirinya. Jangan sekali-kali menggosok malam yang menetes di tangan, karena dapat menyebabkan kulit ikut terkelupas.
-Tiuplah canting di bagian keluarnya malam, hal ini bertujuan agar malam keluar dengan baik, tidak terlalu cepat atau lambat.
-Cantinglah malam ke kain mengikuti pola yang telah digambar tadi. Pastikan malam menembus ke belakang kain. Jika tidak menembus, jangan khawatir. Anda dapat mencantingnya dari belakang atau disamping malam yang telah mengering.
-Tahap selanjutnya adalah .... *jeng jeng jeng* mewarnai. Bagian ini adalah yang tersulit (menurut saya). Batik saya pun mulai amburadul di bagian ini. Pokoknya, Anda harus memastikan berulang kali bahwa malam telah menembus hingga belakang. Jika telah menembus, seharusnya tidak ada masalah pada pewarnaan. Anda dapat mencampurkan dua warna untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Kuaslah warna ke motif yang Anda kehendaki. Hanya sedikit tips dari saya, jika ingin mendapatkan warna yang pekat, campurkan warna remasol dengan sedikit air. Jika warna yang diinginkan terang, campurkan warna dengan air yang agak banyak. Jika terjadi kecelakaan kecil, misalnya warna keluar batas malam, maka Anda harus menutupi warna yang mblobor tersebut dengan warna yang lebih gelap (misalnya hitam). Anda juga harus mencanting lagi bagian yang mblobor tersebut. 
Bagaimana? Menyerah? Ah, masa segini saja menyerah. Ayo, fighting! Tidak ada batik tulis yang rusak. Semua batik tulis itu bagus. Awalnya saya juga sempat down, tetapi semua dapat diakali agar batik kembali seperti keinginan. Sulit? Memang. Tetapi, jika batik telah jadi, Anda akan ketagihan untuk membuat lagi. Coba saja dan buktikan! :)
-Oke, tahap selanjutnya adalah menguatkan warna. Anda dapat menguatkan warna dengan cara mencelupnya (waterglass) atau dengan menguas. Jika kain terasa kaku, jangan khawatir,. Itu adalah penguat dari warna tsb.
-Next, melorot *yeaaay*. Tahap ini adalah tahap terakhir. Anda membutuhkan air mendidih, pencapit (disarankan), serta penyaring. Masukkan kain mori tadi kedalam air mendidih, lalu aduk-aduk, angkat, putar, hingga malam terlepas semua dari kain. Sedikit tips, campurkan air mendidih dengan menggunakan tepung kanji. Hal ini dapat membantu pelorotan malam. Usahakan melorot sebanyak 3 kali berturut-turut. Jika Anda malas untuk mengganti air mendidihnya, Anda dapat menyaring malam yang terapung di atas air.
-Setelah itu, masukkan kain ke air biasa. Kucek perlahan agar malam tipis yang masih menempel di kain terlepas semua.
-Jemurlah kain batikmu.
Well, sudah jadi. Bagaimana menurutmu? Baguskah batikmu? Banggakah Anda dengan batik Anda? Anda tentu harus bangga, karena batik adalah peninggalan bangsa Indonesia yang sangat indah. Jika bukan Anda yang membuat batik, lalu siapa lagi?
Jadiiiii ... Anda pasti penasaran batik saya seperti apa. Haha, tidak bagus, kok. Hanya saja batik ini sangat berkesan. Karena ini adalah batik pertama saya (dan bukan yang terakhir). Silahkan menikmati batik saya :) 
*Oh ya, batik ini tidak untuk dijual, karena saya tahu tidak akan ada yang berminat XD


Saya mendapatkan beberapa pelajaran dari pembuatan batik ini. Satu, kita tidak boleh menyerah walaupun kita sudah sangat down dan merasa usaha kita selama ini sia-sia. Janganlah berhenti di satu titik saja, karena dari semua permasalahan, pasti ada jalan keluarnya :)
Terima kasih atas waktu luangnya untuk membaca artikel saya, goodbye and see ya on my next post <3